http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Menyoal Potensi Kecurangan Dalam Pemilu

KATA.news-Direktur Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Arifin Nur Cahyo mengatakan, jika melihat banyaknya masalah dan pembiaran maka kemungkinan bisa saja terjadi kecurangan di Pilpres 2019. Masalah - masalah yang terjadi di antaranya kepala daerah yang tidak netral. Sehingga dikhawatirkan terjadi penggiringan ke arah paslon tertentu. Selain itu juga juga terkait daftar pemilih yang penuh masalah.
 
"Belum lama ini terkuak juga masalah WNA ber e-KTP. Jika saja tidak terungkap maka mungkin akan terjadi pembiaran oleh KPU dan Bawaslu," papar Arifin Nur Cahyo kepada Harian Terbit, Minggu (24/3/2019).
 
Arifin memaparkan, selain beragam masalah tersebut ditambah juga dengan para pejabat negara yang melakukan "pemaksaan terselubung" kepada para pegawai pemerintah. Contohnya kasus Menkominfo yang menyebut siapa yang menggaji pegawainya jika bukan dari pemerintah saat ini. Oleh karena itu Arifin meminta agar masyarakat harus mengawasi langsung jalannya pemilu. 
 
Arifin memaparkan, ajakan atau seruan untuk mengawasi, memantau jalannya pemilu yang dilakukan di berbagai media merupakan suatu gerakan yang sangat brilian. Sayangnya ada beberapa pihak yang menyisipkan dengan kabar bohong atau hoaks. Apalagi saat ini para penegak hukum bisa dikatakan terlalu reaktif terhadap salah satu pendukung paslon. Sehingga terkesan ada tebang pilih. "Tapi semoga tidak ada tebang pilih," paparnya 
 
Kecurigaan
 
Sementara itu, pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengakui, kecurigaan adanya kecurangan pemilu tetap ada. Bahkan konspirasi kecurangan pemilu bisa saja terjadi. Memang benar juga pendapat Abraham Lincoln presiden ke-16 AS yang cukup tersohor. Dia berkata: "Ballot is the stronger then the bullet" (kotak suara lebih kuat dari peluru). Oleh karena itu biarlah pemilu tanpa kecurangan tak terjadi. 
 
"Ini harapan publik biar clear and pure election (pemilu yang murni dan bersih) bisa tercipta. Harus ada sinergitas antara semua elemen biar kecurangan bisa diredam," tegasnya.
 
Menurutnya, agar sejumlah kalangan tidak mencurigai terjadinya kecurangan Pilpres 2019 maka yang terpenting jangan ada kemashalatan pemilu. Indikasi kecurangan masif disetiap pilpres tetap harus dihindari. Oleh karena itu perlunya kesadaran dari penyelenggara pemilu dan aparat kepolisian sebagai pihak yang netral dalam penyelenggaraan pemilu. 

Sebelumnya Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengancam, jika KPU terbukti melakukan kecurangan. Menurutnya, kalau KPU curang dan tidak netral tentu akan memicu kekacauan. 

Amien Rais mengingatkan, KPU tidak boleh merasa paling berkuasa, karena hanya berperan sebagai penyelenggara pemilu. Amien bahkan akan mendorong gerakan massa bersama untuk menggempur KPU, jika nantinya terbukti ada kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. 

Amien Rais menyatakan, sejumlah kasus seperti tercecernya KTP elektronik, mengindikasikan adanya dugaan rencana kecurangan. Menurutnya, KTP-el dibuang sembarangan di tong sampah, di semak, di sawah. Kita harus perhatikan ini. Kita ini lebih pandai dari pemerintah.(mr/hanter)
loading...